BERBAIK SANGKA
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Selamat Malam
Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki
seekor kuda putih yang sangat indah dan gagah..
Suatu hari,
Seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu
dan menawarkan harga yang sangat tinggi..
Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya..
Teman-temannya menyayangkan
dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..
Maka teman-temannya berkata :
"Sungguh jelek nasibmu,
padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...
Beberapa hari kemudian,
kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata :
"Wah..! Beruntung sekali nasibmu,
ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."
Si petani tetap hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian,
anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka
terjatuh dan kakinya patah..
Teman-temannya berkata : _
"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."
Si petani tetap diam tanpa komentar..
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu,
semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang,
kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..
Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis :
"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang,
kami harus kehilangan anak-anak kami.."
Si petani kemudian berkomentar :
Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan
nasib baik atau jelek.
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai...
Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..
Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..
Tetapi yang pasti, ALLAH TA'ALA paling tahu yang terbaik buat kita...
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur
Berbaik Sangka Itu Baik
Firman Allah Ta'ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman!
Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Firman-Nya di dalam hadits qudsi:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Aku (akan berbuat) menuruti prasangkaan hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Muslim no. 7405)
Dalam riwayat lain disebutkan :
فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاء
َ“Maka berprasangkalah kepada-Ku menurut apa yang dikehendakinya.”
(HR. Ahmad no. 16016)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَنَافَسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
"Jauhilah prasangka buruk,
karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan.
Dan janganlah kalian :
saling mencari kejelekan orang lain,
saling mendengki,
saling membenci dan
saling membelakangi.
Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Muslim no. 6701)
Semoga bermanfaat
Silahkan share
"MUHASABAH"
0 Comments