QS. AL ISRA' 1
KUBURAN MASYITAH HARUM DI MALAM ISRA'
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺳْﺮَﻯٰ ﺑِﻌَﺒْﺪِﻩِ ﻟَﻴْﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺄَﻗْﺼَﻰ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺎﺭَﻛْﻨَﺎ ﺣَﻮْﻟَﻪُ ﻟِﻨُﺮِﻳَﻪُ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ۚﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﺒَﺼِﻴﺮُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah
Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadany
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. Al Isra' 1)
Dari Ibnu Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ . ,
Rasulullah ﷺ bersabda; ketika Nabi Muhammad ﷺ menjalani Isra', melewati suatu tempat yang baunya sangat harum.
Maka Rasulullah ﷺ bertanya kepada malaikat jibril;
"Bau harum apakah ini?"
Malaikat Jibril menjawab, ini kuburan
"Masyitah( juru sisir Putri Fir'aun) dan anak-anaknya."
Jibril melanjutkan kisahnya,
bahwa pada suatu hari terjatuhlah sisir dari tangan Masyitah,
maka Masyitah berkata,
"Dengan menyebut nama Allah."
Lalu Putri Fir'aun berkata,
"Sebutlah nama ayahku."
Masyitah berkata,
"Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan ayahmu adalah Dia."
Putri Fir'aun bertanya,
"Apakah ada Tuhan selain ayahku?"
Masyitah berkata,
"Benar. Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhan ayahmu adalah Allah ﷻ .
" Maka Fir'aun memanggilnya dan berkata,
"Apakah engkau mempunyai Tuhan lain selain diriku?"
Masyitah berkata,
"Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah ﷻ .
" Kemudian Fir'aun memerintahkan agar dipersiapkan sebuah bejana besar, lalu bejana itu dipanaskan dengan api.
Kemudian Fir'aun memerintahkan Masyitah agar menceburkan diri ke dalam bejana tersebut.
Masyitah berkata,
"Saya mempunyai sebuah permintaan kepadamu."
Fir'aun berkata,
"Sebutlah permintaanmu.
" Masyitah berkata,
"Kamu kumpulkan tulang-tulangku dengan tulang-tulang anakku
di suatu tempat."
Fir'aun menjawab,
"Baiklah, saya turuti permintaanmu.
" Fir'aun memerintahkan agar Masyitah sekeluarga dilemparkan ke dalamnya.
Mereka dilemparkan satu demi satu hingga sampailah giliran anak Masyitah yang masih bayi.
Dan anehnya anak Masyitah ini dapat berbicara.
Ia mengatakan,
"Hai ibuku, ceburkanlah dirimu,
Janganlah takut,
karena sesungguhnya engkau berada dalam jalan yang benar."
Kisah Masyithah disebut dalam sebagian hadit Rasulullah tentang Isra Mikaj yang diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ....
Di kutib dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Isra': 1