FILOSOFI KEMATIAN
Ketika SAHABAT Mati,
maka Hilanglah TEMAN Hidup Mu..!!
Ketika ORANG TUA Mati,
maka Hilanglah TIANG Hidup Mu..!!
Ketika SUAMI Mati,
Maka Hilanglah TULANG PUNGGUNG Hidup Mu..!!
Ketika ISTRI Mati,
maka Hilanglah SANDARAN Hidup Mu..!!
Ketika ANAK Mati,
Maka Hilanglah BUNGA BUNGA Hidup Mu..!!
Tapi Ketika HATI NURANI yang Mati,
Maka Hilanglah SELURUH Hidup Mu..!!
Hati nurani merupakan karunia Allah Ta'ala yang sangat mahal
dan terpenting dalam jiwa manusia.
Dan, ia tidak akan terlepas dari pertanggungjawaban di akhirat kelak.
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ۚﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻟًﺎ
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(QS Al-Isra' [17]: 36).
Dalam tubuh manusia, kedudukan hati dengan anggota yang lainnya
ibarat RAJA dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya,
yang semuanya TUNDUK di bawah kekuasaan dan perintahnya
serta bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
''Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal daging,
apabila segumpal daging itu baik,
maka akan menjadi baik semuanya,
dan apabila segumpal daging itu jelek,
maka akan jeleklah semuanya.
Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah HATI.''
(HR Bukhari dan Muslim).
Hati nurani adalah AMANAH yang wajib dijaga,
sebagaimana amanah untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dari perbuatan dosa dan maksiat.
Bila seseorang melakukan perbuatan dosa dan maksiat,
pada dasarnya ia telah menorehkan setitik noda hitam pada hatinya.
Sabda Nabi SAW,
''Siapa yang melakukan satu dosa,
maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam,
sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu dari hatinya.
Jika dia tidak bertaubat,
maka titik hitam itu akan terus merebak
hingga SELURUAH HATINYA menjadi mati dan hitam.''
(HR Ibn Majah).
Hendaknya setiap Muslim menjaga, memelihara,
dan merawat hati dengan sebaik-baiknya,
agar tidak kotor, hitam, keras, sakit, buta, dan akhirnya mati.
Matinya hati nurani adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan SELURUH sisi kehidupan.
Kelak setiap hamba-Nya akan dibangkitkan kembali,
di saat harta dan simbol-simbol kehidupan duniawi tidak berguna
dan tidak bermakna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah Ta'ala
dengan HATI yang bersih.
Seperti firman Allah Ta'ala dalam surat Asy-Syu'ara [26]: 88-89 :
ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﻣَﺎﻝٌ ﻭَﻟَﺎ ﺑَﻨُﻮﻥ
َ(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki TIDAK BERGUNA,
ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟَّﻪَ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﺳَﻠِﻴﻢ
ٍkecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan HATI yang bersih,
Semoga bermanfaat
Silahkan shaee
"RENUNGAN ISLAMI"
0 Comments