LUARNYA SUCI TAPI DALAMNYA NAJIS
♡ Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
♡ : ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
♡ Selamat Malam
♡ Good Night
Suatu ketika seorang Shufi Shaleh
Abu Yazid al-Basthami Rahimahullah
berpapasan dengan seekor anjing,
Maka ia pun menarik ujung qamis yang dipakainya
karena takut bersentuhan dengan anjing.
Atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala,
Anjing itu berkata kepada Abu Yazid Rahimahullah :
"Wahai tuan guru...
Ketika pakaianmu dikotori olehku,
maka pakaianmu masih bisa disucikan lagi dengan tujuh kali basuhan,
tetapi jika engkau sendiri yang mengotorinya...
maka ia tidak akan bisa suci sekalipun engkau
membasuhnya dengan tujuh puluh lautan."
Abu Yazid Rahimahullah berkata kepada anjing itu :
"Engkau...TUBUHMU NAJIS TAPI HATIMU SUCI,
sedangkan aku...TUBUHKU SUCI TAPI HATIKU NAJIS...
Nampaknya kita harus bersama dulu untuk beberapa waktu,
sampai akhirnya kita bisa menemukan
apa yang bisa membersihkan diri kita masing masing."
Anjing itu berkata :
"Engkau tidaklah pantas menyertaiku dan menemaniku,
karena :
Orang orang tidak menyukaiku,
kemanapun aku pergi
aku pasti ditolak dan dimusuhi orang orang.
Sedangkan engkau
dicintai orang orang,
kemanapun engkau pergi
engkau pasti dipuja dan diterima orang.
Orang orang ketika menjumpaiku,
mereka akan menyapaku dengan lemparan batu,
Sedangkan engkau...
ketika orang orang menjumpaimu,
maka mereka akan menyapamu :
"Assalaamu 'alaika yaa sulthoonal-'aar
ifiin,,,
Salam untukmu wahai rajanya orang orang yang mengenali Allah."
Engkau memiliki gudangan gandum,
Sementara aku tidak memiliki sepotong tulang pun untuk besok."
Abu Yazid Rahimahullah berkata :
"Jika untuk menemani dan menyertai seekor anjing
saja aku tidak layak,
maka bagaimana aku bisa menyertai jiwa jiwa yang disucikan,
bagaimana aku kuat menghadap ke Hazhrahnya Tuhanku
yang maha Agung."
Semoga kita tidak pernah merasa orang lain lebih rendah
dan hina dari diri kita.
Hakikatnya manusia itu SAMA,
diciptakan dari TANAH,
hidup diatas TANAH,
dan akan kembali kedalamTANAH.
Baik dan mulianya manusia tergantung IMAN dan TAQWANYA,
sedang Iman dan Taqwa itu
semata mata TAUFIQ dan HIDAYAH pertolonganNya,
tanpa pertolonganNya...
manusia tidak akan punya itu.
Jadi apa yang layak kita banggakan...
hingga merasa diri ini lebih suci dari orang lain.
padahal sejatinya Iman dan Taqwa itu juga bukan milik kita,
cuma sekedar TITIPAN yang harus DIRAWAT dan DIJAGA.
Jangan pernah membenci orang lain karena keburukannya,
karena pada hakikatnya...
ia ada didunia ini atas kehendak dan kuasaNya.
IA tidak pernah menciptakan sebuah kesia siaan, .
segala sesuatu dari ciptaanNya pasti
mengandung hikmah dan makna yang tersirat.
📃 CATATAN
Biografi Singkat Abu Yazid Al Bustami Rahimahullah
🌿 Nama lengkapnya adalah
Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan al-Bustami,
Lahir di daerah Bustam (Persia) tahun 874 – 947 M.
Nama kecilnya adalah Taifur.
🌿 Sejak dalam kandungan ibunya,
konon kabarnya Abu Yazid telah mempunyai kelainan.
Ibunya berkata bahwa ketika dalam perutnya,
Abu Yazid akan memberontak sehingga ibunya muntah
kalau menyantap makanan yang diragukan kehalalannya.
🌿 Perjalanan Abu Yazid untuk menjadi seorang sufi memakan
waktu puluhan tahun.
Sebelum membuktikan dirinya sebagai seorang sufi,
Ia terlebih dahulu menjadi seorang fakih dari Mazhab Hanafi.
🌿 Salah seorang gurunya yang terkenal adalah Abu Ali As-Sindi.
Ia mengajarkan ilmu tauhid, ilmu hakikat,
dan ilmu lainnya kepada Abu Yazid.
🌿 Dalam menjalani kehidupan zuhud selama 13 tahun,
Abu Yazid mengembara digurun-gurun pasir di Syam,
hanya dengan tidur, makan, dan minum yang sedikit sekali.
♡ Semoga bermanfaat
♡ Silahkan share
"Qishashul Aulia'"
"Warisan Para Auliya'"
Baca artikel bereferensi, dalil & nash lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.
0 Comments