KEMATIAN ITU PASTI
”Kullu Nafsin Zaa Iqatul Maut”
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
: ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Selamat Malam
Good Night
Alangkah bodohnya kalau kita lebih mementingkan kesenangan dunia semata-mata dengan melupakan kehidupan kekal abadi di akhirat nanti.
Alangkah bodohnya manusia yang membuang kesempatan kehidupannya di dunia hingga kematian menjemputnya.
Padahal Allah Ta'ala selalu memperingatkan dalam berbagai ayatNya bahwa kematian pasti akan datang dan tak tentu waktunya.
Jika ia datang tidak akan mungkin dikedepankan dan dimundurkan.
Allah ‘azza wa jalla berfirman
: ﻟِﻜُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃَﺟَﻞٌ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﺂﺀَ ﺃَﺟَﻠُﻬُﻢْ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺄْﺧِﺮُﻭْﻥَ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻭَﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻘْﺪِﻣُﻮْﻥ َ
“Tiap-tiap umat memiliki ajal (batas waktu);
maka apabila telah datang waktunya,
mereka tidak akan dapat mengundurkannya
walau sesaatpun dan tidak dapat pula menundakannya.”
(QS.al-A’raaf: 34)
ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺗُﻮَﻓَّﻮْﻥَ ﺃُﺟُﻮﺭَﻛُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻓَﻤَﻦْ ﺯُﺣْﺰِﺡَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺃُﺩْﺧِﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭﺭ
ِ“ Tiap-tiap yang mempunyai jiwa akan merasakan kematian.
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga,
maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS. Ali Imran: 185)
Untuk itu Allah Ta'ala dan rasulNya memberikan wasiat kepada kita agar jangan sampai mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri)
. ﻳَﺂ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮْﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya dan janganlah kalian mati melainkan kalian mati dalam keadaan Islam.”
(QS. Ali Imran: 102)
Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:
“Beribadah kepada Allah Ta'ala adalah dengan taat menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Inilah agama Islam kerana makna Islam adalah pasrah dan
menyerah diri kepada Allah Ta'ala …
yang tentunya mengandung setinggi-tingginya keterikatan,
perendahan diri dan ketundukan”.
(lihat Fathul Majid, Abdur Rahman bin Hasan Alu Syaih hal 14)
Dikatakan dalam sebuah nasihat
: ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﻭَﻟِﻴًّﺎ ﻓﺎﻟﻠﻪُ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻬِﻮ
ْﻦَﻣَ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﻗُﺪْﻭَﺓً ﻓَﺎﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻬِﻮ
ْﻦَﻣَ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﻫُﺪًﻯ ﻓَﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻬِﻮ
ْﻦَﻣَ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔً ﻓَﺎﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻬِﻮ
ْﻦَﻣَ ﻻَ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻪِ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺎﻟﻨَّﺎﺭُ ﻳَﻜْﻔِﻴْﻪ
ِBarangsiapa yang menginginkan pelindung,
maka Allah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan teladan,
maka Rasulullah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan pedoman hidup,
maka al-Qur`an cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan peringatan
maka kematian cukup baginya.
Dan barangsiapa tidak cukup dengan semua itu,
maka neraka cukup baginya.
Semoga bermanfaat
Silahkan share
"RENUNGAN ISLAMI"
Baca artikel bereferensi, dalil & nash lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.