K U N C I
Jadilah Kunci Kebaikan!
Di dalam hadits yang mulia yang diriwayatkan oleh
sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
: ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻔَﺎﺗِﻴﺢَ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣَﻐَﺎﻟِﻴﻖَ ﻟِﻠﺸَّﺮِّ
ﻭَﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻔَﺎﺗِﻴﺢَ ﻟِﻠﺸَّﺮِّ ﻣَﻐَﺎﻟِﻴﻖَ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻤَﻦْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻔَﺎﺗِﻴﺢَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ
ﻭَﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻤَﻦْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻔَﺎﺗِﻴﺢَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ
“Sesungguhnya ada sebagian manusia yang menjadi
kunci kebaikan dan penutup kejelekan,
dan ada pula sebagian manusia yang menjadi
kunci kejelekan dan penutup kebaikan.
Maka beruntunglah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan berada di tangannya,
dan celakalah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kejelakan berada di tangannya.”
(HR. Ibnu Majah no. 237, dan Ibnu Majah no. 194)
Kunci sahnya Shalat adalah suci,
Kunci ibadah haji adalah ihram,
kunci kebaikan adalah jujur,
kunci surga adalah Tauchid,
kunci ilmu adalah banyak tanya & mendengarkan dengan baik & seksama,
kunci kemenangan dan kesuksesan adalah sabar,
kunci bertambahnya kenikmatan adalah syukur,
kunci kekuasaan adalah kasih sayang,
kunci keberuntungan adalah Taqwa,
kunci petunjuk adalah cinta,
kunci terkabulnya hajat adalah do'a,
kunci cinta akhirat adalah tidak cinta dunia,
kunci iman adalah tafakkur,
kunci hidupnya hati adalah membaca al-Qur'an sambil merenungi artinya kunci menjauhi perbuatan dosa
kunci mendapatkan rahmat adalah memperbaiki ibadah pada Allah Ta'ala kunci memperbaiki hubungan sesama makhluq,
kunci rezeqi adalah Taqwa dan istighfar,
kunci kemuliaan adalah Tha'at kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, dan
kunci segala kebaikan adalah cinta pada Allah Ta'ala dan kampung akhirat, sedangkan
kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan. Maka seharusnyalah seorang hamba mengetahui semua kunci-kunci ini dan menyibukkan diri dengan melaksanakan kunci-kunci kebaikan agar bisa menggapai ridlo Allah Ta'ala
serta selalu berusaha menggindari dan menjauhi kunci-kunci kejelekan dan keburukan agar selamat dari kemurkaan Allah Ta'ala dan siksa-Nya.
Berikut ini doanya pentunjuk jalan yang lurus :
: ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ – ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ
ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻘُﻮﻝُ :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟﺘُّﻘَﻰ ﻭَﺍﻟْﻌَﻔَﺎﻑَ ﻭَﺍﻟْﻐِﻨَﻰ
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu,
dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:
Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu
petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan”
- HR. Muslim no. 2721,
- At Tirmidzi no. 3489,
- Ibnu Majah no. 3105,
- Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya
Dalam doa ini,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
mengajarkan kita untuk memohon 4 hal, yaitu:
Al Hudaa (petunjuk)
At Tuqaa (ketaqwaan)
Al ‘Afaaf (keterjagaan)
Al Ghina (kekayaan)
4 hal yang diminta dalam doa ini adalah:
Al Hudaa,
yaitu petunjuk yang sempurna dari Allah Ta'ala
untuk menjalani jalan yang lurus
At Tuqaa,
yaitu ketaqwaan yang menyeluruh dalam semua hal,
dalam menjalankan perintah agama dan
menjauhi yang dilarang dalam agama
Al ‘Afaaf,
yaitu keterjagaan dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama dan hal-hal yang tidak halal, sehingga hati dan jiwa kita menjadi shalih.
Al Ghina,
yaitu kekayaan hati, sehingga tidak merasa bergantung dan terlalu mengharapkan apa yang ada di tangan manusia, melainkan bergantung dan berharap pada apa yang ada di tangan Allah Ta'ala
Dalilul Falihin, 7/275
Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i
Semoga bermanfaat
Baca artikel bereferensi, dalil & nash lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.
0 Comments