JADILAH PENSIL ATAU PENGHAPUS BAGI HIDUP ORANG LAIN
Kebahagiaan dan kesedihan adalah pilihan hidup.
Saat kita tidak bisa menjadi PENSIL
untuk menuliskan KEBAHAGIAAN orang lain,
maka jadilah PENGHAPUS untuk menghapus KESEDIHAN orang lain.
📌 Di mana pun,
kapan pun dan
dengan siapa pun kita,
berusahalah untuk membuat mereka bahagia
atau menghapus kesedihannya.
MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA
COBA bayangkan jika kita bisa
MENGANGKAT kesulitan orang yang kesusahan …
MENGENYANGKAN yang lapar …
MELEPASKAN orang yang terlilit utang …
MEMBUAT orang lain bahagia,
📌 KEUTAMAANNYA,
Itu lebih baik dari melakukan ibadah i’tikaf
di Masjid NABAWI SEBULAN PENUH.
Sungguh ini adalah amalan yang MULIA.
Keutamaan orang yang beri KEBAHAGIAAN pada orang lain dan
mengangkat KESULITAN dari orang lain disebutkan dalam hadits :
Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﻋَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻓِﻰ ﻋَﻮْﻥِ ﺃَﺧِﻴﻪِ
"Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.”
📚 (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar Radhiallahu anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
, ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ ﺣَﺎﺟَﺔِ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﺣَﺎﺟَﺘِﻪِ
"Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya,
maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.”
📚 (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar Radhiallahu anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
, ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ,
ﻭَﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺳُﺮُﻭﺭٌ ﺗُﺪْﺧِﻠُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ,
ﺃَﻭْ ﺗَﻜَﺸِﻒُ ﻋَﻨْﻪُ ﻛُﺮْﺑَﺔً , ﺃَﻭْ ﺗَﻘْﻀِﻲ ﻋَﻨْﻪُ ﺩَﻳْﻨًﺎ , ﺃَﻭْ ﺗَﻄْﺮُﺩُ ﻋَﻨْﻪُ ﺟُﻮﻋًﺎ ,
ﻭَﻷَﻥْ ﺃَﻣْﺸِﻲَ ﻣَﻊَ ﺃَﺥِ ﻓِﻲ ﺣَﺎﺟَﺔٍ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﺃَﻋْﺘَﻜِﻒَ ﻓِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻳَﻌْﻨِﻲ ﻣَﺴْﺠِﺪَ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺷَﻬْﺮًﺍ
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah
yang paling memberikan manfaat bagi manusia.
Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah
membuat muslim yang lain bahagia,
mengangkat kesusahan dari orang lain,
membayarkan utangnya atau
menghilangkan rasa laparnya.
Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk
sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini,
masjid Nabawi- selama sebulan penuh.”
📚 (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280)
Lihatlah ,
Bagaimana sampai membahagiakan orang lain dan
melepaskan kesulitan mereka lebih baik
dari i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan lamanya.
Al Hasan Al Bashri Rahimahullah pernah mengutus sebagian
muridnya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan.
Beliau mengatakan pada murid-muridnya tersebut,
“Hampirilah Tsabit Al Banani, bawa dia bersama kalian.”
Ketika Tsabit didatangi, ia berkata,
“Maaf, aku sedang i’tikaf.”
Murid-muridnya lantas kembali mendatangi Al Hasan Al Bashri,
lantas mereka mengabarinya.
Kemudian Al Hasan Al Bashri mengatakan,
“Wahai A’masy, tahukah engkau bahwa bila engkau berjalan
menolong saudaramu yang butuh pertolongan itu
lebih baik daripada haji setelah haji?”
Lalu mereka pun kembali pada Tsabit dan berkata seperti itu.
Tsabit pun meninggalkan i’tikaf dan mengikuti murid-murid
Al Hasan Al Bashri untuk memberikan pertolongan pada orang lain.
Rajinlah membuat orang lain bahagia dan
bantulah kesusahan mereka.
Hanya Allah yang memberi taufik.
📙 (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 294)
♡ Semoga bermanfaat
♡ Silahkan share
📚 "HADITS"
♡ "MOTIVASI ISLAMI"
Baca artikel bereferensi, dalil & nash lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.