WANITA DANDAN UNTUK SUAMI BUKAN UNTUK ORANG LAIN
Wahai istri,
Saat di hadapan suami berpenampilan pas-pasan,
berbau kecut,
enggan berdandan,
berbau keringat,
bahkan berbau asap yang tak sedap untuk didekati.
Penampilan sebaliknya ketika keluar rumah,
saat belanja atau menghadiri kondangan,
cantiknya bagaikan bidadari surga dengan make-up yang tebal
dan pakaian yang anggun menawan.
Padahal suami lebih berhak mendapatkan kecantikan tersebut.
Orang lain tidak memberikan mahar pernikahan apa-apa pada istri.
Tapi kok para istri lebih suka kecantikannya dipamerkan
untuk pria lain di jalanan daripada suaminya sendiri?
Ada apa ini?
Istri yang senantiasa berhias diri hanya untuk suaminya.
Istri yang selalu ingin menampilkan / menyenangkan suami
karena ingin membuat sang suami senang memandang
sang istri karena apa yang dilakukan
(dandanan sang istri khusus untuk dilihat sang suami tidak pada lainya).
Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sebaik-baik istri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat,
taat kepadamu ketika kamu suruh,
menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi .“
📚 ( HR. Thabarani )“
Siapakah wanita yang paling baik?”
Jawab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
“Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya,
mentaati suami jika diperintah,
dan tidak menyelisihi suami pada diri dan
hartanya sehingga membuat suami benci”
📚 (HR. An-Nasai dan Ahmad)
Abdullah bin Abbas Radhiallahu anhu berkata,
”Sesungguhnya aku selalu berhias untuk istriku
seperti berhiasnya dirinya untukku.”
Dan dilarang bagi wanita muslimah untuk TABARRUJ.
Imam asy-Syaukani Rahimahullah berkata,
“At-Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan
sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya)
wajib untuk ditutupinya,
yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki”
📙 (Fathul Qadiir karya asy- Syaukani).
Allah ta‘ala berfirman (yang artinya):
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu
dan janganlah kamu berhias
dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …”
(QS. Al-Ahzaab, 33: 33).
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di ketika menafsirkan ayat di atas,
beliau berkata, “Arti ayat ini:
janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah
dengan berhias atau memakai wewangian,
sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu,
mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman.
Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita)
dan sebab-sebabnya”
📙 (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di)
SUDAH CANTIKKAH UNTUK SUAMIMU...........?
♡ Semoga bermanfaat
♡ Silahkan share
"AN NISA'"
Baca artikel dilengkapi dalil, nash & referensi lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.
0 Comments