QS. AL-QASHASH : 77
♡ Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
♡ : ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
♡ Selamat Malam
♡ Good Night
🌏 Setiap detik kita hidup di dunia dan banyak melihat (belajar)
dari dunia sekitar.
Tapi ketika tanpa berpedoman Al-Qur’an dan Hadits,
bukan tidak mungkin akhirnya terjebak pada pikiran
“hidup adalah untuk keduniaan".
Yang tidak mengejarnya/ rendah di mata duniawi,
maka ia adalah orang yang GAGAL,
⊙ Naudzubillaahi min dzaalik.
🌏 Banyak orang menganggap orang yang punya :
jabatan tinggi,
berprestasi,
populer,
kaya raya, dsb
maka dialah yang sukses,
padahal belum tentu.
Seringkali kita terjebak penilaian kesuksesan seseorang
pada keduniaan saja,
bukan apakah Allah Ta'ala merahmati/
ridho atau murka pada dia.
Orang yang sibuk pada dunia menganggap
belajar Islam adalah sampingan.
Padahal belajar Islam adalah yang utama,
baru belajar untuk keduniaan.
✔ Alasan manusia dilahirkan ke dunia adalah karena mempunyai tugas,
yakni mengabdi pada Allah Ta'ala dengan tulus ikhlas
karena Allah Ta'ala semata (semoga Allah Ta'ala memberi petunjuk).
Untuk Allah Ta'ala -lah kita hidup.
Beberapa orang sering mengatakan begini,
“kejarlah dunia, tapi jangan lupakan agama (akhirat)”.
Kalau kita menelaahnya, kalimat tersebut menunjukkan bahwa
yang dikejar utamanya adalah sesuatu yang bersifat duniawi
(kedudukan, status sosial, popularitas, kekayaan, jabatan, dsb)
setelah itu baru agama (akhirat).
Padahal susunan kalimat dalam Al-Qur’an surat
Al-Qashash ayat 77 mengatakan demikian,
} ﻭَﺍﺑْﺘَﻎِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺁﺗَﺎﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓَ ﻭَﻻ ﺗَﻨْﺲَ ﻧَﺼِﻴﺒَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ {
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan
janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi dan …
(QS. Al-Qashash:77)
Susunan kalimat dalam ayat Al-Qur’an di atas menunjukkan
bahwa kita hidup di dunia diberi anugerah
(ilmu, kemampuan, harta, dsb)
untuk mengutamakan mengejar akhirat, hidup untuk Allah Ta'ala,
barulah setelah itu dikatakan jangan lupakan kebahagiaan dunia.
Dalam perenungan ini,
ternyata yang berbahaya adalah jebakan dunia
(karena tipu daya setan).
Karena kita sering menilai kesuksesan dari duniawi.
JANGAN ILMU DUNIANYA SARJANA
TAPI
ILMU AKHERATNYA TE-KA,
SAKITNYA TUH DI NERAKA
Semoga Allah Ta'ala melindungi kita dari jebakan-jebakan
dunia yang membuat kita lupa pada hakikat hidup yang sebenarnya.
♡ Semoga bermanfaat
♡ Silahkan share
"RENUNGAN ISLAMI"
Baca artikel bereferensi, dalil & nash di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.
0 Comments