QS. AL ANBIYAA' 107
RAHMATAN LIL 'AALAMIIN
Dia lah Muhammad putra Abdullah dan Aminah,
yang diutus sebagai RAHMATAN LIL'AALAMIIN,
sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam dalam
QS.21.Al-Anbiyaa' ayat 107 :
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِّﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Dan ingat :
RAHMATAN LIL'AALAMIIN nya Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam,
JANGAN PERNAH diartikan bahwa
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam :
DAMAI dengan KEMUNKARAN,
SANTAI bersama KEMA'SIATAN,
DIAM terhadap KESESATAN,
PASRAH untuk KEBATHILAN,
MENYERAH kepada KEZALIMAN,
BERPANGKU TANGAN terhadap KERUSAKAN.
Sekali-kali tidak demikian ... !!!
✔ KESEIMBANGAN DA'WAH,
HISBAH dan JIHAD NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu RAHMAT,
tapi ma'siat tetap DISIKAT.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu SABAR,
tapi kemunkaran tetap DIHAJAR.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu penuh KASIH SAYANG,
tapi kebathilan tetap DITENTANG.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu penuh CINTA MENAWAN,
tapi kezholiman tetap DILAWAN.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu dihina pribadi TAK MEMBALAS,
tapi jika Islam dihina tetap DILIBAS.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu ANTI KEKERASAN,
tapi Masjid Dhiror yang merusak umat tetap DIHANCURKAN.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu PERANGKUL,
tapi pemabuk tetap DIPUKUL.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu PENOLONG,
tapi tangan pencuri tetap DIPOTONG.
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu MENYENANGKAN,
👉 tapi gadis atau bujang penzina tetap DICAMBUK dan DIASINGKAN.
🌹 Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu PENENTRAM,
👉 tapi muhshon penzina tetap DIRAJAM.
🌹 Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu TOLERAN,
👉 tapi Kafir Pengganggu tetap TAK DIBIARKAN.
🌹 Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam itu cinta TENANG,
👉 tapi terhadap Kafir Harbi tetap kobarkan PERANG.
🌹 AKHLAQ NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
👉 Itulah AKHLAQ Sang Penghulu Para Nabi dan Rasul di Dunia
dan Akhirat : Sayyidunaa wa Habiibunaa wa Syafii'unaa
wa Imaamunaa wa Maulanaa wa Nabiyyunaa
MUHAMMAD Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
🌹 Beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam adalah
👉 USWAH HASANAH dalam Da'wah
yang Lembut, dan Hisbah yang Tegas, serta Jihad yang Keras.
👉 Tidak ada satu pun manusia yang ibadah dzikirnya lebih indah
dan lebih khusyu' dari pada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam,
namun demikian beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam
tetap turun ber-amar ma'ruf nahi munkar serta jihad fii sabilillah
ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪ
🌾 "Habib Muhammad Rizieq Syihab"
📝 CATATAN :
📌 HISBAH :
👉 Pengertian hisbah secara bahasa dan istilah
Secara bahasa adalah menghitung,
sedangkan secara istilah memerintahkan pada kebaikan apabila
sudah jelas ditinggalkan, dan mencegah kemungkaran apabila
sudah jelas dilaksanakan.
📝 Dalil diperintahkannya hisbah
👉 Dasar disare’atkan hisbah sudah ditetapkan dalam al-qur`an,
Sebagaimana firman Allah dalam
📖 Surat Ali imran 104 :
💐 . ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ ﻭَﺃُﻭْﻟَـﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥ
💐 َDan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf
dan mencegah dari yang munkar,
merekalah orang-orang yang beruntung.
📝 Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah;
sedangkan
Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya
📌 MUHSHAN :
👉 Di dalam Islam, pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua,
yaitu pezina muhshan dan ghayru muhshan.
Pezina muhshan adalah
pezina yang sudah memiliki pasangan sah.
Sedangkan pezina ghayru muhshan adalah
pelaku yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah.
📌 MASJID DHIROR :
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
💐 “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang yang
mendirikan masjid untuk menimbulkan kemadharatan
(pada orang-orang Mukmin), untuk kekafiran dan
memecah belah antara orang-orang Mukmin
serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah
dan Rasul-Nya sejak dahulu.
Mereka sesungguhnya bersumpah,
”kami tidak menghendaki selain kebaikan".
Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya
mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).
📖 (At-Taubah 9:107)
👉 Sebab turun ayat (asbabun nuzul) ini adalah
pemberitahuan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
bahwa orang munafik membangun masjid dengan
niat menghancurkan Islam,
Ibnu Mardawaih rahimahullah meriwayatkan dari
Ibnu Ishaq rahimahullah yang berkata,
“Ibnu Syihab az-Zuhri menyebutkan dari
Ibnu Akimah al-Laitsi dari
anak saudara Abi Rahmi al-Ghifari Radhiallahu ‘anhu.
Dia mendengar Abi Rahmi al-Ghifari Radhiallahu ‘anhu
(dia termasuk yang ikut baiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam pada hari Hudaibiyah) berkata,
“Telah datang orang-orang yang membangun masjid dhirar
kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
pada saat beliau bersiap-siap akan berangkat ke Tabuk.
Mereka berkata,
“Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kami telah membangun masjid buat orang-orang yang sakit
maupun yang mempunyai keperluan pada malam yang
sangat dingin dan hujan.
Kami senang jika engkau mendatangi kami dan
shalat di masjid tersebut.”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
” Aku sekarang mau berangkat bepergian,
insya Allah Azza wa Jalla setelah kembali nanti aku
akan mengunjungi kalian dan shalat di masjid kalian.”
Kemudian dalam perjalanan pulang dari Tabuk,
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat di Dzu Awan
(jaraknya ke Madinah sekitar setengah hari perjalanan).
Pada waktu itulah Allah Azza wa Jalla memberi kabar
kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang
masjid tersebut yang mereka niatkan untuk membahayakan
kaum muslimin dan sebagai bentuk kekafiran.”
📙 (Lubabun Nuqul fi asbabin nuzul hal. 111)
♡Semoga bermanfaat
♡Silahkan share
0 Comments