BEDA ANTARA ISTERI TUA DAN ISTERI MUDA
"TIMBANG TIMBANGLAH SEBELUM MELANGKAH"
"BENARKAH ITU KEBUTUHAN ATAUKAH SEKEDAR KEINGINAN ?"
ISTERI TUA itu ibarat TV, dan,
ISTERI MUDA itu ibarat HP...
Di rumah nonton TV, Jalan2 bawa HP...
TV jarang dipegang2 dan disentuh, biasanya dari jauh (remote),
HP terus2an dipegang2 dan perlu sentuhan setiap saat....
Tidak ada uang, nonton TV...
Banyak uang cari HP baru...
TV tidak butuh banyak pengeluaran..
Tapi HP butuh pulsa, kalau tidak diisi ya tak bisa dipakai.
TV bentuknya besar
Tapi HP biasanya imut, desain bagus dan enak dibawa ke mana2
Biaya operasional TV murah..
Tapi HP lumayan mahal,
TV tidak bisa disembunyikan...
HP kan bisa...
Acara TV bisa bikin bosan...
Tapi HP tidak, kan banyak permainannya...
Nonton TV biasanya dari satu sisi...
Tapi HP bisa dibolak-balik 360 derajat,,,
Tapi awasssss....!!!!!!!
HP jangan diletakkan di dekat TV bisa kena radiasi...
Allah Ta’ala berfirman,
ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﻟَﻮْ ﺣَﺮَﺻْﺘُﻢْ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻤِﻴﻠُﻮﺍ ﻛُﻞَّ ﺍﻟْﻤَﻴْﻞِ ﻓَﺘَﺬَﺭُﻭﻫَﺎ ﻛَﺎﻟْﻤُﻌَﻠَّﻘَﺔِ
ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﺼْﻠِﺤُﻮﺍ ﻭَﺗَﺘَّﻘُﻮﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil
di antara isteri-isteri(mu),
walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian,
karena itu janganlah kamu terlalu cenderung
(kepada yang kamu cintai),
sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.
Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan
memelihara diri (dari kecurangan),
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. An Nisa’: 129).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda,
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﺎﻥِ ﻓَﻤَﺎﻝَ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻤَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﺷِﻘُّﻪُ ﻣَﺎﺋِﻞٌ
“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih
cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak
ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.”
Takhrij Hadits Hadits ini diriwayatkan oleh
📚 Abu Dawud (no. 2133),
📚 An-Nasa’i (2/157),
📚 Tirmidzi (1/213),
📚 Ad-Darimi (2/143),
📚 Ibnu Majah (1969),
📚 Ibnu Abi Syaibah (2/66/7),
📚 Ibnul Jarud (no. 722),
📚 Ibnu Hibban (no. 1307),
📚 Al-Hakim (2/186),
📚 Al-Baihaqi (7/297),
📚 Ath-Thayalisi (no. 2454), dan
📚 Ahmad (2/347, 471)
👉 melalui jalur Hammam bin Yahya,
👉 dari Qatadah,
👉 dari an-Nadhr bin Anas,
👉 dari Basyir bin Nuhaik,
👉 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma.
📚 Di dalam Sunan at-Tirmidzi,
🌷 hadits di atas diriwayatkan dengan lafadz
🌷 , ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﺎﻥِ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻌْﺪِﻝْ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﺷِﻘُّﻪُ ﺳَﺎﻗِﻂٌ
🌷 “Apabila seorang laki-laki memiliki dua istri
namun tidak berlaku adil di antara keduanya,
pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam
keadaan sebagian tubuhnya miring.”
📝 Kalau memang ingin berpoligami, berlaku ADILLAH.
Jangan sekedar memperturut NAFSU sehingga cenderung
untuk TIDAK ADIL dan CONDONG pada salah satu istri
atau bahkan sampai melalaikan NAFKAH
atau bahkan sebenarnya TIDAK MAMPU,
namun MEMAKSA untuk berpoligami.
⚠ Jadi timbang-timbanglah sebelum MELANGKAH.
❓ Benarkah itu KEBUTUHAN ataukah sekedar KEINGINAN?
♡ Semoga bermanfaat
♡ Silahkan share
"NASEHAT ISLAMI"
"MOTIVASI ISLAMI"
Baca artikel bereferensi, dalil & nash di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.
0 Comments