ABDURRAHMAN BIN AUF Radhiallahu anhu
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
: ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Selamat Malam
Good Night
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛُﻢَّ ﻻ ﻳُﺘْﺒِﻌُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣَﻨًّﺎ ﻭَﻻ ﺃَﺫًﻯ ﻟَﻬُﻢْ
ﺃَﺟْﺮُﻫُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻻ ﺧَﻮْﻑٌ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻻ ﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺰَﻧُﻮﻥَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah,
kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti
(perasaan si penerima),
mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.
Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak (pula) mereka bersedih hati.
(QS. Al Baqarah 262)
Siapa yang tak kenal Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu ?
Di kalangan entrepreneur muslim pastilah beliau menjadi idola.
Betapa tidak.
Sahabat Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam ini memang sangat piawai dalam berbisnis.
Di Makkah beliau adalah seorang pengusaha kaya raya.
Ketika hijrah ke Madinah harta yang bejibun itu tidak dibawa.
Otomatis di Madinah memulai dari nol.
Ketika ditawari harta, kepada sahabat Anshor tersebut
beliau Radhiallahu anhu menolak dan
hanya meminta ditunjukkan letak pasar.
Dalam kurun waktu yang tidak begitu lama Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu kembali menjadi kaya raya.
Namun Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu bukanlah sosok orang yang cinta dunia.
Dengan karunia kekayaan yang melimpah,
Beliau Radhiallahu anhu justru mengendalikan dunia.
Beliau Radhiallahu anhu sangat royal terhadap hartanya.
Bukan untuk shopping atau prestise, namun untuk kemanfaatan umat.
Sedekahnya tidak berbilang.
Disebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu
menyedekahkan ½ hartanya di masa Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
Beliau Radhiallahu anhu juga pernah berinfaq :
40.000 dinar
(setara 86,2 milyar lebih jika1dinar saat ini sama dengan Rp 2.156.414),
500 kuda, 500 kendaraan untuk jihad di jalan Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
Setiap hari Beliau belanjakan hartanya untuk membebaskan 30 budak.
Ja’far bin Burqan Radhiallahu anhu mengatakan,
Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu telah membebaskan 30.000 budak. Ketika wafat beliau Radhiallahu anhu mewasiatkan hartanya untuk 100 sahabat yang ikut perang Badar masing-masing dengan 400 dinar atau
masing-masing 862 juta lebih (al Ishobah IV/290-293).
Dalam riwayat lain masih banyak lagi.
Ada beberapa hal yang layak dicontoh dari seorang
Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu.
1.
Keberhasilan beliau Radhiallahu anhu menundukkan cinta dunia.
Sangat bertolak belakang dengan Paman Gober
tokoh imajiner Walt Disney.
Paman Gober merupakan ilustrasi kekikiran orang kaya,
yang bahkan tahu jika sekeping uangnya hilang.
Hanya sekeping.
Padahal dia punya bergudang keping uang.
2.
Harta Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu didapat dengan cara berkah.Cara berkah hanya mungkin jika dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Ini tentu berbeda dengan pengusaha zaman sekarang yang tidak pernah bisa melepaskan diri dari jerat renterir bernama Bank.
Bagaimana bisa hartanya memberi kemanfaatan jika mengawalinya dengan cara haram.
3.
Dengan infaq sebanyak itu pun Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu masih belum tenang memikirkan nasibnya apakah dia bisa masuk surga.
Beda dengan orang kaya zaman sekarang yang seakan-akan sudah bisa membeli kavling surga dengan hartanya.
4.
Sekalipun kaya raya Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu tidak sekedar berjuang dengan hartanya.
Beliau Radhiallahu anhu juga turun secara langsung ke arena dakwah dan medan laga jihad.
Sementara pengusaha kaya saat ini lebih memilih ‘jihad ekonomi’ sambil ‘bersembunyi’ dari resiko.
Abdurrahman bin Auf Radhiallahu anhu adalah sosok yang tak pernah kering teladannya.
Bagi para entrepreneur yang mengidolakan
Beliau Radhiallahu anhu setidaknya malulah kita pada empat hal di atas.
Catatan :
Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha
dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,
memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Ya Alloh terimah dari kami (amalan kami),
Amin.
Semoga bermanfaat
Silahkan share
"SIRAH SAHABAT NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM"
Baca artikel dilengkapi dalil, nash & referensi lainnya di http://www.myislam.id/ situs dakwah islam kita.