UNTUNG NABINYA BUKAN ANDA!!
🌼 Beruntung sekali kita dijadikan ummat
🌼 Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
🌼 Nabi yang Rouuf,
🌼 Nabi yang Rohiim.
🌼 Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin.
🌼 Nabi yang punya prinsip
" Buat Mudah jangan buat sulit!".
"Gembirakan jangan kau takut-takuti".
"Dekati! Jangan buat lari!".
"Yassiru wa laa Tu'assiruu!", "Bassyiru wa laa tundziru!" ....
Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah ANDA,
golongan yang punya kebiasaan UNIK
tapi sangat TIDAK MENARIK,
yaitu :
MEMBID'AH-BID'AHKAN,
MENYESAT-NYESATKAN bahkan
MENGKAFIR-KAFIRKAN saudaranya sendiri.
Coba lihatlah bagaimana Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam memberikan CONTOH dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus.
Hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Antara lain:
Pertama;
BILAL BIN ROBAH Radhiallahu anhu
Setiap kali hadats beliau langsung bersuci.
Bilal Radhiallahu anhu juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan.
Hal ini beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri.
Tidak ada petunjuk khusus dari Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Lalu bagaimanakah respon Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam ?
Apakah Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam berkata :
"Hai Bilal engkau telah membuat kreasi sendiri dalam ibadah.
Engkau telah berbuat bid'ah!
Engkau telah sesat!
Nerakalah tempatmu!".
Apakah Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam berkata seperti itu?.
Sama sekali TIDAK, sekali lagi .... TIDAK!!.
Bahkan
Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam memuji Bilal Radhiallahu anhu ,
"Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" .....
(diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman).
🌼 Beruntung sekali Bilal Radhiallahu anhu ,
karena ...... Nabinya bukan ANDA!!!!! .....
Kedua;
KHUBAIB BIN ADI AL-ANSHORI Radhiallahu anhu
Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme,
Khubaib bin Adi al-Anshori Radhiallahu anhu melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays, hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya ditiang salib.
Sholat yang dilakukan oleh Khubaib bin Adi Radhiallahu anhu ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang-orang kafir.
(silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan al-Bukhori dan Ahmad)
Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib Radhiallahu anhu muncul dari inisiatifnya sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan mulia.
Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat.
Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam tidak pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu,
misalnya Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam memerintahkan
"Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh orang-orang kafir!". Tidak! ....
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam tidak mengajarkannya.
Lalu apakah Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam kemudian berkata seperti perkataan ANDA!
Apakah Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam menyesatkan Khubaib Radhiallahu anhu sebagaimana ANDA menyesatkan saudara ANDA sendiri! Apakah setelah Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib Radhiallahu anhu kemudian beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam berkata :
"Khubaib telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... tidak! Sekali lagi Tidak! ....
🌼 Beruntung sekali Khubaib Bin Adi Radhiallahu anhu ,
karena ..... Nabinya bukan ANDA!!!
Ketiga;
SAHABAT ANSOR Radhiallahu anhu
Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba',
setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain.
Jadi surat apapun yang ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas.
Hingga berita ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya kepada sahabat yang menjadi imam itu,
"Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?,
Apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat itu menjawab,
"Sungguh aku mencintai surat itu".
Lalu Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam berkata,
"Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga".
(lihat fathul Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati)
🌼 Maa Syaa Allah ....
🌼 Inilah Nabiku,
🌼 Inilah Nabi anda ...
🌼 Inilah Nabi kita.
Lihatlah!!! .....
Apakah Nabi langsung melotot seperti ANDA sambil teriak,
"SESAT KAU!!",
"BID'AH KAU!",
"Engkau telah membuat hal-hal baru dalam agama,
engkau melakukan sesautu yang tidak aku contohkan,
yang tidak aku ajarkan!!!" .
"NERAKA TEMPATMU!!".
TIDAK!
Sekali lagi TIDAKK! ...
Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam berkata
"APA YANG ENGKAU CINTAI MEMBAWAMU KE SURGA".
🌼 AH .... beruntung sekali sahabat itu,
karena .... NABINYA BUKAN ANDA !!!
Keempat;
QOTADAH BIN NU'MAN Radhiallahu anhu
Sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar,
setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh.
Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Dan bagaimanakah tangapan Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam ?
Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? .
Apakah Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengatakan :
"jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya".
"Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku!
Ibadahmu sia-sia!
Bid'ah Kau!
Sesat kau! ....
TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!.
Malah sebaliknya Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam dengan lembut dan motifasi yang tinggi beliau berkata :
" Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an".
Beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man Radhiallahu anhu itu,
karena .... NABINYA BUKAN ANDA!
Kelima;
MU'ADZ BIN JABAL Radhiallahu anhu
Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Tak terkecuali ANDA yang hobi membid'ahkan.
Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?,
kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam.
Sehingga jama'ah terlihat kurang teratur.
Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya.
Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal Radhiallahu anhu yang terlambat jama'ah.
(diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud)
Mu'adz bin jabal Radhiallahu anhu langsung mengikuti gerakan Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal.
Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Lalu bagaimanakah Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain.
Apakah Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengatakan seperti perkataan ANDA,
" Engkau melakukan ibadah menurut kreasimu sendiri!
Ibadahmu sia-sia!
Bid'ah Kau!
Sesat kau! ....
TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!
Bahkan Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam kemudian berkata,
" sesungguhnya Mu'adz Radhiallahu anhu telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz!".
dan hingga sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal Radhiallahu anhu .
ALHAMDULILLAH
Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal Radhiallahu anhu karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal Radhiallahu anhu mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu.
🌼 Dan beruntung sekali,
karena ........... Nabinya bukan ANDA!!!
Sebenarnya masih ada ke enam, ke tujuh, ke delapan ... dan seterusnya. Anda bisa mencarinya sendiri, bukankah anda adalah kelompok yang paling ngerti hadits Nabi Kami
Anda yang ngaku paling ngerti sunnah !
Bukankah sikap Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam di atas juga sunnah?
Bukankah perkataan :
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam pada Bilal Radhiallahu anhu ,
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam pada sahabat Anshar Radhiallahu anhu, Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam pada Qotadah Radhiallahu anhu ,
Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam pada Mu'adz Radhiallahu anhu ,
Bukankah ucapan-ucapan seperti itu juga sunnah.
Bukankah banyak sunnah-sunnah yang :
♡membuat sejuk,
♡membuat tentram,
♡membuat damai,
♡memberi motifasi? ....
Tapi entahlah mengapa anda hanya berkutat pada sunnah sekitar celana dan janggut saja.
Anda terlalu serius pada hadits "kullu bid'atin dlolalatun" hingga lupa ada hadits "man sanna sunnatan hasanatan" .
Tapi ... ya sudahlah !
teruskan saja membid'ah-bid'ahkan, menyesatkan-nyesatkan, mengkafir-kafir
kan.
Kami akan tetap bahagia dan terima kasih untuk anda,
karena anda kami bisa lebih bersyukur ....
🌼 KARENA ALHAMDULILLAH, ...... NABI KAMI BUKAN ANDA!
~Semoga bermanfaat
~Silahkan share
"Untuk ANDA Yang Punya hobi Membid'ahkan dan Menyesatkan"
Oleh: K. Nidhom Subki Tumpang Malang
Kunjungi http://www.myislam.id/ untuk artikel bermanfaat lainnya.