👤 Sering kali AKU BERKATA,
🏿 Ketika orang MEMUJI milikku,
🏿 Bahwa : sesungguhnya ini hanya TITIPAN,
Bahwa MOBILku hanya titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala
Bahwa RUMAHku hanya titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala
Bahwa HARTAku hanya titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala
Bahwa PUTRAku hanya titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala
👤 Tetapi, mengapa AKU TAK PERNAH BERTANYA,
🏿 MENGAPA Dia menitipkan padaku?
🏿 UNTUK APA Dia menitipkan ini pada ku?
👤 Dan kalau BUKAN MILIKKU,
🏿 APA yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
🏿 ADAKAH aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
👤 Mengapa hatiku justru terasa BERAT,
🏿 Ketika titipan itu DIMINTA kembali oleh-Nya?
🏿 Ketika DIMINTA KEMBALI,
Kusebut itu sebagai MUSIBAH
Kusebut itu sebagai UJIAN,
Kusebut itu sebagai PETAKA,
Kusebut dengan panggilan APA SAJA
untuk MELUKISKAN BAHWA ITU ADALAH DERITA.
🏿 Ketika aku BERDOA,
🏿 Kuminta titipan yang COCOK dengan HAWA NAFSUKU,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Ingin lebih banyak MOBIL,
💁 lebih banyak POPULARITAS,
🏿 Dan
>Kutolak SAKIT,
>kutolak KEMISKINAN,
>Seolah semua “DERITA” adalah HUKUMAN bagiku.
~Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti MATEMATIKA:
👉🏿 Aku rajin BERIBADAH,
= Maka selayaknyalah DERITA MENJAUH dariku,
= dan NIKMAT DUNIA KERAP menghampiriku.
~Kuperlakukan Dia seolah MITRA DAGANG,
👉🏿 Dan BUKAN KEKASIH.
👉🏿 Kuminta Dia membalas “PERLAKUAN BAIKKU”,
👉🏿 Dan menolak keputusanNya yang TAK SESUAI KEINGINANKU,
💓 Ya Allah, padahal tiap hari kuucapkan,
👉🏿 HIDUP dan MATIKU hanyalah untuk beribadah…
💐 Allah Ta’ala berfirman
💐 , ﺁَﻣِﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭَﺃَﻧْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺟَﻌَﻠَﻜُﻢْ ﻣُﺴْﺘَﺨْﻠَﻔِﻴﻦَ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮٌ ﻛَﺒِﻴﺮٌ “
💐 Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”
📖 (QS. Al Hadiid: 7)
🌿 🌿 🌿 Faedah dari ayat di atas:
🌿 Pertama:
Perintah untuk beriman pada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya.
🌿 Kedua:
Dorongan untuk berinfak.
🌿 Ketiga:
Pahala yang besar di balik, iman dan infak.
🌿 Keempat:
Al Qurthubi menjelaskan,
“Ayat ini merupakan dalil bahwa :
PADA HAKEKATNYA HARTA ADALAH MILIK ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.
Hamba tidaklah MEMILIKI apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi.
Siapa saja yang menginfakkan hartanya pada jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana halnya seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya,
maka ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.
👉🏿 INTINYA maksud Al Qurthubi,
HARTA HANYALAH TITPAN ILAHI.
Semua harta Allah Subhanahu wa Ta'ala IZINKAN untuk kita manfaatkan di jalan-Nya dalam hal kebaikan dan bukan dalam kejelekan.
Jika harta ini pun Allah Subhanahu wa Ta'ala AMBIL,
maka itu memang milik-Nya.
Tidak boleh ada yang PROTES,
tidak boleh ada yang MENGELUH,
tidak boleh ada yang MERASA TIDAK SUKA
Karena MANUSIA memang orang yang FAKIR
yang tidak memiliki HARTA APA-APA PADA HAKEKATNYA
📙 (Tafsir Al Qurthubi, 17/238)
👉🏿 Renungkanlah hal ini … !
♡Semoga bermanfaat
♡Silahkan share
"MOTIVASI ISLAMI"
Kunjungi http://www.myislam.id/ untuk artikel bermanfaat lainnya.
0 Comments