RENUNGAN
"SETELAH NAFAS TERAKHIR"
■Setelah NAFAS terakhir terputus,
MAU dikemanakan jasad kita ini..??
MAU diberikan kepada siapa..??
■ADAKAH yang mau menerima,
MAU membeli apalagi memperebutkan- nya..??
~PADAHAL,
●SEMASA HIDUP,
Kitalah TUAN dan orang yang paling BERKUASA di rumah mewah kita.
■SAAT MENINGGAL,
TAK ada yang setuju kita disimpan,
WALAUPUN hanya di garasi di belakang rumah kita.
●SEMASA HIDUP,
Tiap malam kita duduk bersantai di ruang tamu,
sambil minum kopi,
baca koran atau
menyaksikan TV.
■SAAT MENINGGAL,
TAK ada yang bisa menerima,
WALAUPUN hanya diletakkan diam di sudut paling ujung,
tanpa kopi,
koran atau
acara TV di ruang keluarga.
●SEMASA HIDUP,
Kita duduk gagah di kursi direksi di kantor kita.
■SAAT MENINGGAL,
TAK ada yang setuju kita didudukkan di kursi manapun di kantor kita.
●SEMASA HIDUP,
Kita bisa istirahat nyenyak sesuka kita di atas ranjang kamar pribadi bersama anak dan istri.
■SAAT MENINGGAL,
Seisi rumah KEBERATAN jika kita dibaringkan,
WALAUPUN hanya di atas lantai kamar itu,
sekalipun semua yang ada di kamar kita semua yang membelinya.
●SEMASA HIDUP,
Setiap bepergian kita duduk dengan bangga di kursi belakang mobil mewah.
■SAAT MENINGGAL,
TAK ada yang mengijinkan kita duduk,
sekalipun hanya ditaruh di bagasi belakang mobil.
WALAUPUN kita punya banyak :
rumah,
villa,
condominium,
apartemen,
namun kini TAK ADA satupun tempat yang dapat menerima jasad kita.
~Seminggu kemudian,
badan ini akan MEMBUSUK.
Satu - satunya tempat yang mau menerima kita adalah tanah di BUMI ini.
●Masih BERANIKAH kita berkata dengan SOMBONG :
INI milikku,
INI wewenangku,
INI kekuasaanku,
INI punyaku" dll...??
♡RENUNGKANLAH...!!!
■Orang kaya, orang miskin mengakhiri hidupnya SAMA.
TAPI yang berbeda adalah,
Apakah mereka MEMBAWA BEKAL cukup untuk
mendapatkan tempat di surga...??
■JANGAN MEMUJI DIRI,
Karena Anda TIDAK TAHU apa yang akan terjadi esok hari...!!
●Sangat UTAMA direnungkan,
Agar kita segera MENGHAPUSKAN kesombongan diri.
Karena tidak seorangpun tahu kapan NAFAS ini terputus dan berakhir..!!
Ayat al-Qur’an
Tentang SOMBONG :
Q.S AL-ISRA’: 37
ﻭَﻻ ﺗَﻤْﺶِ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﻣَﺮَﺣًﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺨْﺮِﻕَ ﺍﻷﺭْﺽَ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺒْﻠُﻎَ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﻃُﻮﻻ ( ٣٧ )
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong,
karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
QS. AS-SAJDAH :15
ِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻬَﺎ ﺧَﺮُّﻭﺍ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﺳَﺒَّﺤُﻮﺍ ﺑِﺤَﻤْﺪِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻻ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ( ١٥ )
Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang hambanya berjalan dengan sikap congkak dan sombong di muka bumi.
Sebab kedua sikap ini adalah termasuk memuji diri sendiri yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan orang lain.
Dalam tafsir ini menjelaskan ayat ini bahwa,
seorang manusia hendaknya jangan berjalan dengan sikap sombong, bergoyang-goyang seperti jalannya raja yang angkuh.
Sebab dibawahnya terdapat bumi yang tidak akan mampu manusia menembusnya dengan hentakkan dan injakkan kakinya yang keras terhadapnya. sedang diatasnya terdapat gunung yang takkan mampu manusia menggapai, menyamai dengan ketinggian atau kesombongannya.
Semoga bermanfaat...!!
Silahkan share
"AL QUR'AN"
"TAFSIR RAHMAT"
"MOTIVASI DIRI ISLAMI"
Kunjungi http://www.myislam.id/ untuk artikel bermanfaat lainnya.
0 Comments