GALAU..
GALAU
Galau tak selamanya terlarang
Perlulah kita merasa galau
Tentang DOSA DOSA yang kita perbuat
Apakah Allah Subhanahu wa Ta'ala AMPUNI…
Ataukah TIDAK…
Al Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya
dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻳَﺮَﻯ ﺫُﻧُﻮﺑَﻪُ ﻛَﺄَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻋِﺪٌ ﺗَﺤْﺖَ ﺟَﺒَﻞٍ ﻳَﺨَﺎﻑُ ﺃَﻥْ ﻳَﻘَﻊَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻔَﺎﺟِﺮَ ﻳَﺮَﻯ ﺫُﻧُﻮﺑَﻪُ ﻛَﺬُﺑَﺎﺏٍ ﻣَﺮَّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﻔِﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺑِﻪِ ﻫَﻜَﺬَﺍ
“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah sedang berada di kaki gunung, ia takut kalau gunung tersebut menimpanya.
Adapun orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dia cukup mengusirnya seperti ini (dengan tangannya).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
GALAU..
Galau tak selamanya terlarang
Perlulah kita merasa galau
Tentang bagaimana NASIB HATI kita
Apakah akan tetap DIATAS agama…
Ataukah BERPALING kebelakang…
Dari Anas –radiallahu ‘anhu-,
bahwa Rasulullah banyak mengatakan
, ﻳﺎ ﻣﻘﻠﺐ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺛﺒﺖ ﻗﻠﺒﻲ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻚ
“Wahai Rabb yang membolak balik hati, tetapkan hatiku dalam agamaMu.
”Aku bertanya, ‘Wahai Nabi Allah, kami beriman kepadamu dan dengan apa yang engkau bawa. Apakah engkau masih khawatir terhadap kami?!’
Nabi menjawab,“Ya. Sesungguhnya hati berada di antara dua jemari Allah. Dia membolak baliknya sekehendakNya.”
(HR. At Turmudzi)
GALAU..
Galau tak selamanya terlarang
Perlulah kita merasa galau
Tentang akan seperti apa AKHIR HIDUP kita
Apakah KHUSNUL KHATIMAH…
Ataukah SUUL KHATIMAH…
Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda,
ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﻌﻤﻞ ﺍﻟﺰﻣﻦ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ، ﺛﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ! ﻭﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﻌﻤﻞ ﺍﻟﺰﻣﻦ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﺛﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ
“Ada orang yang sungguh-sungguh beramal dalam waktu yang lama dengan amalan ahli surga, kemudian menutup amalnya dengan amalan ahli neraka. Dan ada orang yang sungguh-sungguh melakukan amal ahli neraka dalam waktu yang lama, kemudian menutupnya dengan amalan ahli surga.”
(HR.Muslim)
GALAU..
Galau tak selamanya terlarang
Perlulah kita merasa galau
Tentang dimana TEMPAT kita nanti
Apakah di SURGA…
Ataukah di NERAKA…
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan
, ﻟَﻮْ ﻧَﺎﺩَﻯ ﻣُﻨَﺎﺩٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ : ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ، ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺩَﺍﺧِﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺇِﻻ ﺭَﺟُﻼ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ، ﻟَﺨِﻔْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﻫُﻮَ
“Seandainya seorang penyeru dari langit memanggil,
‘Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan masuk surga seluruhnya kecuali satu orang’, maka sungguh aku takut bila itu adalah diriku”
(HR. Abu Nuaim dalam al-Hilyah)
♥D O A :
♡Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
beliau mengatakan,
“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,
♡ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺏَ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻗَﻂُّ ﻫَﻢٌّ ﻭَﻻ ﺣَﺰَﻥٌ ﻓَﻘَﺎﻝَ
“Tidaklah seseorang mengalami kegundahan dan kesedihan, lalu ia mengucapkan,
♡ ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﻋَﺒْﺪُﻙَ، ﻭَﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِﻙَ، ﻭَﺍﺑْﻦُ ﺃَﻣَﺘِﻚَ، ﻧَﺎﺻِﻴَﺘِﻲْ ﺑِﻴَﺪِﻙَ، ﻣَﺎﺽٍ ﻓِﻲَّ ﺣُﻜْﻤُﻚَ، ﻋَﺪْﻝٌ ﻓِﻲَّ ﻗَﻀَﺎﺅُﻙَ، ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺍﺳْﻢٍ ﻫُﻮَ ﻟَﻚَ، ﺳَﻤَّﻴْﺖَ ﺑِﻪِ ﻧَﻔْﺴَﻚَ، ﺃَﻭْ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻪُ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻘِﻚَ، ﺃَﻭْ ﺃَﻧْﺰَﻟْﺘَﻪُ ﻓِﻲْ ﻛِﺘَﺎﺑِﻚَ، ﺃَﻭِ ﺍﺳْﺘَﺄْﺛَﺮْﺕَ ﺑِﻪِ ﻓِﻲْ ﻋِﻠْﻢِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻋِﻨْﺪَﻙَ، ﺃَﻥْ ﺗَﺠْﻌَﻞَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺭَﺑِﻴْﻊَ ﻗَﻠْﺒِﻲْ، ﻭَﻧُﻮْﺭَ ﺻَﺪْﺭِﻱْ، ﻭَﺟَﻼَﺀَ ﺣُﺰْﻧِﻲْ، ﻭَﺫَﻫَﺎﺏَ ﻫَﻢ
‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu dan anak hamba perempuanMu. Ubun-ubunku berada di tanganMu.
HukumMu berlaku padaku dan ketetapanMu terhadapku adalah keadilan. Aku mohon kepadaMu dengan segenap nama yang Engkau miliki
yang Engkau namai diriMu sendiri dengannya, atau
yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhlukMu atau apa
yang telah Engkau turunkan di dalam kitabMu atau yang
Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisiMu agar Engkau jadikan Al Qur`an sebagai penyejuk hatiku dan cahaya di dadaku serta penawar kesedihanku dan pelenyap kegundahanku’
♡. ﺇِﻻ ﺃَﺫْﻫَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻫَﻤَّﻪُ ﻭَﺣُﺰْﻧَﻪُ ﻭَﺃَﺑْﺪَﻟَﻪُ ﻣَﻜَﺎﻧَﻪُ ﻓَﺮَﺣًﺎ
Kecuali, Allah akan menghilangkan kegundahan dan kesedihannya serta Allah gantikan dengan kebahagiaan.”
♡ ﻓَﻘِﻴﻞَ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺃَﻓَﻼ ﻧَﺘَﻌَﻠَّﻤُﻬَﺎ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻘَﺎﻝَ : ” ﺑَﻠَﻰ ، ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟِﻤَﻦْ ﺳَﻤِﻌَﻬَﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﻌَﻠَّﻤَﻬَﺎ
Lalu ada yang bertanya,
“Wahai Rasulullah, bolehkah kami mempelajarinya?”
Beliau menjawab,
“Tentu. Orang yang telah mendengarnya semestinya mempelajarinya
”Hadits ini dihasankan oleh imam ahmad bin hambal di dalam Musnadnya. RUJUKAN:
●Musnad Ahmad (Jilid I, halaman 452, hadits nomor 4318),
●Al Mustadrak Al Hakim(Jilid I, halaman 690, hadits nomor 1877)
~Semoga bermanfaat
~Silahkan share
"MOTIVASI ISLAMI"
Kunjungi http://www.myislam.id/ untuk artikel bermanfaat lainnya.
0 Comments