Alkisah ada seorang fakir miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging.
Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging.
Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol.
🏠 Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya
membuang kupasan kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dengan kedelai.
Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya
membuang kupasan kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dengan kedelai.
❓ Dia bilang kepada istrinya :
“Bagaimana hidup kita ini...?
Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”
“Bagaimana hidup kita ini...?
Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”
👀 Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya.
Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk
di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai
yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :
Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk
di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai
yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :
🌿 ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ
🌿 “Segala Puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah
memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”
memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”
👂 Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitihkan air mata,
seraya bergumam:
seraya bergumam:
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ
⌚ “Sejak detik ini,
aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...”
aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...”
🍁 Rejeki itu yang penting mengalir,
besar kecil yang penting ada alirannya.
Jangan harap mengalir seperti banjir,
kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.
besar kecil yang penting ada alirannya.
Jangan harap mengalir seperti banjir,
kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
❓ “Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan,
sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”
sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”
💐 Firman Allah ta’ala :
💐 :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
💐 “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki
yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan
bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya
kalian menyembah.”
📖 [QS Al Baqarah: 172]
yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan
bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya
kalian menyembah.”
📖 [QS Al Baqarah: 172]
💐 لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
💐 “Sesungguhnya jika kalian bersyukur,
pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian;
dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
📖 [QS Ibrahim: 7]
pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian;
dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
📖 [QS Ibrahim: 7]
🏿🌷 Dari An Nu’man bin Basyir,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
🏿
🌷 ,مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
🌷 ,مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
🏿🌷 “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit,
maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.”
📚 (HR. Ahmad, 4/278).
maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.”
📚 (HR. Ahmad, 4/278).
📝 Hadits ini benar sekali.
Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak,
rizki yang sedikit dan tetap terus Allah Subhanahu wa Ta'ala beri
sulit untuk disyukuri?
Bagaimana mau disyukuri?
Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.
Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak,
rizki yang sedikit dan tetap terus Allah Subhanahu wa Ta'ala beri
sulit untuk disyukuri?
Bagaimana mau disyukuri?
Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.
🍀 Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu :
🍀 ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ
🍀 “Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya,👉 maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya"
♡Semoga bermanfaat
♡Silahkan share
♡Silahkan share
♥"NASEHAT ISLAMI"
📚 "HR AHMAD"
📚 "HR AHMAD"
0 Comments