ADAB ADAB HARI JUM'AT 🌿
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ , ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :
Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
1⃣ Memperbanyak do’a dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ,
karena di hari Jum’at terdapat waktu yang mustajab (dikabulkannya do’a).
🌿 Hal ini berdasarkan hadits:
ﻓِﻴْﻪِ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻻَ ﻳُﻮَﺍﻓِﻘُﻬَﺎ ﻋَﺒْﺪٌ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻋْﻄَﺎﻩُ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻳُﻘَﻠِّﻠُﻬَﺎ .
“Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’
Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.”
[HR. Bukhari no. 9300 & Muslim no. 852]
Waktu itu batasnya adalah sampai dengan ‘Ashar, dan inilah pendapat Jumhur ulama yang dikuatkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad I/389-394, berdasarkan hadits Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
🔖 Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺍﺛْﻨَﺘَﺎ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻻَ ﻳُﻮْﺟَﺪُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻋَﺒْﺪٌ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﺁﺗَﺎﻩُ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻓَﺎﻟْﺘَﻤِﺴُﻮْﻩَﺍ ﺁﺧِﺮَ ﺳَﺎﻋَﺔٍ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ .
“Hari Jum’at itu dua belas jam.
Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah Subhānahu wa Ta'āla. dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Maka carilah di akhir waktu tersebut, yaitu setelah ‘Ashar.”
[HR. Abu Dawud no. 1048, an-Nasa-i dalam Sunannya III/99-100 dan al-Hakim dalam al-Mustadrak I/279]
2⃣ Memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
🌿 Berdasarkan hadits :
ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﻤَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻼَﺓً ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺸْﺮﺍً
“Perbanyaklah oleh kalian shalawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
[HR. Al-Baihaqi III/249 dari Anas Radhiyallahu anhu, sanadnya hasan. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1407]
3⃣ Mandi besar, memakai wangi-wangian, dan memakai pakaian yang terbagus.
🌿 Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ﻻَ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﺭَﺟُﻞٌ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَﻳَﺘَﻄَﻬَّﺮُ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻦْ ﻃُﻬْﺮٍ ﻭَﻳَﺪَّﻫِﻦُ ﻣِﻦْ ﺩُﻫْﻨِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳَﻤَﺲُّ ﻣِﻦْ ﻃِﻴْﺐِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺛُﻢَّ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻓَﻼَ ﻳُﻔَﺮِّﻕُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﺛْﻨَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻣَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻳُﻨْﺼِﺖُ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺍْﻹِﻣَﺎﻡُ ﺇِﻻَّ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺍْﻷُﺧْﺮَﻯ .
“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan ke Jum’at berikutnya.” [HR. Al-Bukhari no. 883]
4⃣ Membaca al-Qur-an surat al-Kahfi.
🌿 Berdasarkan hadits:
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﻜَﻬْﻒِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺃَﺿَﺎﺀَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻮْﺭِ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺘَﻴْﻦِ .
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya di antara dua Jum’at.”
[HR. Al-Hakim II/368 dan al-Baihaqi III/249 dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 626]
5⃣ Bersegera untuk datang lebih awal pada shalat Jum’at.
🌿 Hal ini berdasarkan hadits:
ﻣَﻦِ ﺍﻏْﺘَﺴَﻞَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻏُﺴْﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَﺎﺑَﺔِ ﺛُﻢَّ ﺭَﺍﺡَ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺮَّﺏَ ﺑَﺪَﻧَﺔً .
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid, maka seakanakan berkurban dengan unta yang gemuk.”
[HR. Al-Bukhari no. 881, Muslim no. 850, Abu Dawud no. 351, at-Tirmidzi no. 499]
6⃣ Hendaknya mengerjakan shalat sunnah empat raka’at setelah selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits :
ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢْ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺼَﻠُّﻮْﺍ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ .
“Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at maka shalat (sunnah)lah empat raka’at."
[HR. Muslim no. 881 (68)]
🌿 Mengerjakan shalat sunnah empat raka’at setelah shalat Jum’at -dikerjakan setelah selesai berdzikir atau telah keluar dari masjid.
[HR. Muslim no. 883]
Dapat pula dikerjakan di masjid- sebanyak dua raka’at kemudian ditambah dua raka’at lagi dikerjakan di rumah.
[HR. Muslim no. 881].
Wallahu A'lam
Ya Allah teguhkanlah kami di atas iman dan amal shalih,
hidupkan kami dengan kehidupan yang baik dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang Beriman.
Wallahu Waliyut Taufiq
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ، ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Semoga bermanfaat
Silahkan share
"Aadaab Islaamiyyah,"
Penulis ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani
Kunjungi http://www.myislam.id/ untuk artikel bermanfaat lainnya.
0 Comments